Peta jumlah hari tanpa hujan, dari BMKG

Oktober 13, 2014 pukul 10:21 am | Ditulis dalam iklim | Tinggalkan komentar
Tag: ,

PetaMonitoringHariTanpaHujan-Indonesia_compress

Peta tersebut bisa mewakili tingkat kekeringan di daera (titik) tertentu.

hampir seluruh Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Nusa Tenggara, Pulau Timor, mengalami kekeringan >30 hari atau disebut sebagai kekeringan panjang pada peta tersebut.

menyikapi kejadian ini, sudah keharusan bagi pemangku kebijakan (stakeholder) melaksanakan manajemen pengelolaan air secara terstruktur dan kontinyu. sebagai catatan saja, tahun ini hanya terjadi El-Nino sedang (Moderat), bisa dibayangkan apa jadinya jika terjadi El-Nino Kuat !.

berbagai penelitian, kajian, seminar, sudah saatnya (jika tidak mau bilang terlambat) di implementasikan dilapangan. masalah kekeringan adalah masalah klasik yang seharusnya “mudah” diantisipasi oleh segenap lapisan bangsa ini jika ada “kemauan”.

“Tersangka” Cuaca Ekstrim (Beberapa) Minggu ini.

September 15, 2014 pukul 2:36 pm | Ditulis dalam siklon tropis | Tinggalkan komentar
Tag:

Siklon tropis di Filipina menjadi media darling dalam hal penyebab kekeringan dan cuaca panas beberapa hari ini. Padahal memang sedang musim kemarau kan? tapi ya sudahlah, biarlah berita tetap menjadi berita.

00Latest

Dari citra satelit diatas memang terlihat pola pita awan / cloud band atu mungkin juga bisa rainband menjalar dari selatan Pulau Jawa melintasi Pulau Kalimantan hingga berkumpul di Filipina. Pita awan tersebut merupakan visualisasi dari kelembaban (uap air) yang “tersedot” oleh sistem siklon. Apa akibatnya? udara menjadi kering, temperature ekstrim (siang panas bingits malem dingin bingits macam di gurun, sinar matahari langsung (terik) karena tanpa kehadiran reflektor (awan), dsb.. tapi dari semua efek tersebut, apakah terasa gerah? sepertinya tidak, karena yang membuat gerah adalah udara lembab (representasi awan).

Sekian, mari kita sharing jika ada yg keliru.

BMKG: El-Nino lemah-moderat aktif mulai Juli 2014 di wilayah Indonesia

Juni 19, 2014 pukul 10:49 am | Ditulis dalam ElNino LaNina | Tinggalkan komentar
Tag: ,

http://bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Sestama/Humas/EL_NINO_AKTIF_PERTENGAHAN_TAHUN_2014.bmkg

Sejak bulan Maret hingga awal Juni, suhu muka laut perairan Indonesia masih relatif hangat sehingga persediaan uap air di wilayah Indonesia pada umumnya cukup. Hal ini diutarakan Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M. Eng saat memberikan penjelasan di depan puluhan media massa, Jumat (13/6) 2014 di Ruang Rapat BMKG yang dihadiri Pejabat Eselon II, III, dan IV. Lebih lanjut, Andi Eka mengutarakan bahwa di wilayah Indonesia diprediksi el-nino lemah hingga moderate. Pada 2014, fenomena el-nino tidak separah tahun 1997 sehingga tidak akan memicu kekeringan yang lebih buruk dibandingkan tahun 1997.

Andi Eka pun mengungkapkan bahwa el-nino diprakirakan mulai aktif antara Juli-Agustus dan mulai dirasakan dampaknya pada bulan Agustus sehingga menyebabkan mundurnya awal musim hujan 2014/2015 di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Sementara Deputi Bidang Klimatologi, Dr. Widada Sulistya DEA saat mendampingi Kepala BMKG mengatakan bahwa puncak angin timuran (dari arah timur) terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus dan terjjadi di wilayah Selatan.

Saat ini aktivitas monsun Asia reatif lemah dan ini menyebabkan terjadi peluang penbentukan awan hujan disekitar Sumatera masih tinggi. Sementara nilai indeks monsoon Australia menunjukkan bahwa aktivitas monsun Australia masih kuat. Hal ini tentunya mengindikasikan bahwa pembentukan awan di sekitar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah semakin berkurang.

Perbedaan Anomali Suhu muka laut di wilayah Samudera Hindia sebelah timur Afrika dan Barat Sumatera (dippole Mode bernilai Positif). Kondisi ini mengakibatkan tidak terjadi potensi penguapan uap air yang signifikan di Wilayah Indonesia Bagian Barat (rn).

Download data iklim via webgis

Juni 11, 2014 pukul 8:46 am | Ditulis dalam iklim | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Sialakan coba buka situs climate.gov

walaupun sama sama bersumber dari NCDC-NOAA, menjelajahi data iklim melalui webgis memiliki keunggulan dalam hal tampilan, lebih user friendly, karena berbasis spasial dengan bermacam pilihan layer map yang bisa dioverlay.

dalam blog yang belum lama dirilis, NCDC-NOAA menerbitkan layanan data iklim yang dapat dijelajahi dan diunduh via webgis.

langsung saja meluncur ke http://www.climate.gov// untuk menjelajahi berbagai data iklim yang tersedia.

 

http://gis.ncdc.noaa.gov/map/viewer/#app=clim&cfg=cdo&theme=daily&layers=0001&node=gis

webgis_ncdcbisa terlihat sebaran stasiun cuaca yang tersedia data iklimnya.

webgis_ncdc2

kami baru mencoba memeriksa akurasi letak beberapa stasiun, dan hasilnya perlu dikaji lebih lanjut.

Peringatan: El-Nino Berpeluang besar terjadi tahun 2014

April 11, 2014 pukul 5:18 pm | Ditulis dalam ElNino LaNina | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Beberapa hari lalu saya tertarik dengan satu uraian di blog watssupwiththat.com tentang  proses inisiasi El-Nino di tahun 2014 ini. uraian tersebut ditulis oleh Bob Tisdale dan menyebutkan bahwa dari analisa data sea sub-surface temperatuer (0-300 m dibawah permukaan laut) memiliki kemiripan dengan proses inisiasi El-Nino tahun 1997/1998 sehingga dia berkesimpulan bahwa El Nino akan terjadi pada tahun 2014.

http://bobtisdale.wordpress.com/2014/04/07/the-201415-el-nino-part-1-the-initial-processes-of-the-el-nino/

hari ini saya membuka website Boreau of Meteorology Australia laman ENSO Wrap-Up, dan ternyata analisa dari tim BoM menyimpulkan bahwa El-Nino berpeluang 70% terjadi pada musim dingin Southern Hemisphere (bulan Juni- September) 2014. wlaupun saat ini nilai SOI masih pada posisi normal, tetapi prediksi dari model-model menunjukan bahwa SOI akan mencapai batas El Nino pada musim dingin Australia mendatang.

El Niño likely to develop in winter

Issued on Tuesday 8 April 2014 |

It is now likely (estimated at a greater than 70% chance) that an El Niño will develop during the southern hemisphere winter. Although the El Niño–Southern Oscillation (ENSO) is currently neutral, surface and sub-surface ocean temperatures have warmed considerably in recent weeks, consistent with a state of rapid transition. International climate models surveyed by the Bureau indicate continued warming of the central Pacific Ocean in coming months. Most models predict sea surface temperatures will reach El Niño thresholds during the coming winter season.

El Niño is often, but not always, associated with below normal rainfall across large parts of southern and inland eastern Australia during the second half of the year. The strength of an El Niño does not always indicate how much it will influence Australian rainfall. Historically there are examples where weak events have resulted in widespread drought across large parts of Australia, while at other times strong events have resulted in relatively modest impacts. It is too early to determine the strength of this potential El Niño. Daytime temperatures tend to be above normal over southern Australia during El Niño.

The Indian Ocean Dipole (IOD) is currently in a neutral state. Model outlooks indicate the IOD will remain neutral through late autumn and early winter. The chance of a positive IOD event occurring will increase if an El Niño develops.

Next update expected on 22 April 2014

 

Mari kita sambut !

Siandro (Sijampang Android): Pantau hujan dari smartphone anda.

Oktober 23, 2013 pukul 1:34 pm | Ditulis dalam cuaca | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Bagi anda yang sudah familiar memantau hujan melalui sijampang lewat PC anda, kini telah hadir aplikasi Sijampang untuk OS Android. Silakan kunjungi http://bit.ly/siandroupdate untuk mengunduhnya.

 

Melalui sijampang, anda bisa memantau curah hujan secara near- realtime untuk wilayah dengan radius 150 Km dari titik pusat di Puspitek, Serpong,  tentunya mencakup Jabodetabek.

 

data sijampang berasal dari data Radar BPPT yang ditampilkan sebagai citra hujan pada laman sijampang.

 

 

source: disini

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2013 oleh BMKG

Juli 28, 2013 pukul 6:50 pm | Ditulis dalam iklim | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , ,

 

 

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Aceh dan Sumatera Utara

pmk13_aceh_sumut

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Bali

pmk13_bali

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Banten dan Jawa Barat

pmk13_banten_dkij_jabar

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Bengkulu dan Sumatera Selatan

pmk13_benkulu_sumsel_lampung_babel

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta

pmk13_jateng_diy

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Jawa Timur

pmk13_jatim

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Kalimantan

pmk13_kalimantan

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Maluku dan Papua

pmk13_maluku_papua

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Nusa Tenggara Barat

pmk13_ntb

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Nusa Tenggara Timur

pmk13_ntt

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara

pmk13_sulsel_sulbar_sultra

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah

pmk13_sulut_goro_sulteng

Peta Prakiraan Musim Kemarau 2012 Oleh BMKG untuk Wilayah Riau dan Jambi

pmk13_sumbar_riau_jambi

 

 

Waspada cuaca Buruk 24 Februari 2013, hujan dan angin kencang

Februari 23, 2013 pukul 11:43 am | Ditulis dalam cuaca, siklon tropis | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,
Citra Satelit MTSAT tanggal 23 Feb 2013 pukul 11 WIB

Citra Satelit MTSAT tanggal 23 Feb 2013 pukul 11 WIB

Dalam beberapa hari belakangan ini, mendung selalu bergelayut di langit Indonesia, begitupula hujan sedang hingga lebat sering menghampiri daerah-daerah di Indonesia.

Sepertihalnya angin kencang-angin kencang yang sebelumnya terjadi di Indonesia, dua atau tiga hari belakangan ini makin intens terjadi di Jakarta khususnya. Selidik punya selidik, ternyata memang ada sistem tekanan rendah di Samudera Hindia/ Indonesia.

IDA00041

website http://www.bom.gov.au dalam laman topical cyclone memberikan keterangan bahwa telah muncul “tropical low” di lintang 15 selatan. berdasarkan pengalaman saya, jika terdapat sistem tekanan rendah di Selatan Indonesia, angin kencang akan lebih “terasa” pengaruhnya pada tahap-tahap awal pembentukan siklon tropis, baik pada tahap tropical deppression maupun tropical low. apalagi lintang 15 relatif dekat dengan wilayah Indonesia untuk ukuran kejadian siklon tropis. ciri lain dari cuaca buruk akibat diklon tropis adalah hujan dengan intensitas rendah maupun sedang dengan sebaran waktu yang “kurang jelas”, bisa pagi hari, bisa malam hari ataupun beberapa kali adalam sehari dengan intensitas rendah hingga sedang.

IDW60280

mengingat lintang 15 adalah relatif dekat Dengan indonesia, kewaspadaan terhadap efek sistem tekanan rendah di Samudera Indonesia wajib ditingkatkan. seperti biasanya angin kencang beserta gelombang laut yang tinggi harap sangant diperhatikan, sebaran awan yang luas juga mengganggu visibility praktisi penerbangan, hujan juga bisa menjadi ancaman serius bagi wilayah-wilayah rawan bencana (banjir maupun longsor). Biro meteorologi Australia memprediksi tropical low ini akan meningkan intensitas nya pada hari minggu besok dan meningkat hingga awal minggu depan. walaupun arah pergerakanya menjauhi indonesia menuju barat Aussie, namun efeknya akan tetap terasa di wilayah Indonesia. jadi, tingkatkanlah kewaspadaan anda dalam beberapa hari kedepan.

Angin Kencang Hari Ini 19 Februari 2013

Februari 19, 2013 pukul 2:31 pm | Ditulis dalam cuaca | Tinggalkan komentar
Tag: ,
Citra Satelit MTSAT dari Kochi University Japan

Citra Satelit MTSAT dari Kochi University Japan

 

Peta Angin Gradien Jam 8 Pagi, dikeluarkan oleh BoM Australia

Peta Angin Gradien Jam 8 Pagi, dikeluarkan oleh BoM Australia

 

Indonesia dikelilingi udara tekanan rendah.

 

 

Mengamati awan pengirim hujan penyebab banjir Jakarta 17 Januari 2013 dari satelit

Januari 31, 2013 pukul 2:30 pm | Ditulis dalam cuaca, satelit meteorologi | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,
Jam 8 pagi tanggal 16 Jan 2013, Awan menyebar dengan ketebalan sedang, angin cukup kencang untuk menyeret awan ke arah timur.

Jam 8 pagi tanggal 16 Jan 2013, Awan menyebar dengan ketebalan sedang, angin cukup kencang untuk menyeret awan ke arah timur.

 

Jam 4 Sore tanggal 16 Jan 2013, Awan mulai berkumpul di sisi selatan Pulau Jawa, kecepatan angin menurun dibanding pagi tadi

Jam 4 Sore tanggal 16 Jan 2013, Awan mulai berkumpul di sisi selatan Pulau Jawa, kecepatan angin menurun dibanding pagi tadi

Jam 2 pagi tanggal 17 Jan 2013, Awan tebal mengumpul di sisi utara dan selatan Pulau Jawa bagian barat, kecepatan angin rendah (terlihat stabilnya kumpulan awan tersebut)

Jam 2 pagi tanggal 17 Jan 2013, Awan tebal mengumpul di sisi utara dan selatan Pulau Jawa bagian barat, kecepatan angin rendah (terlihat stabilnya kumpulan awan tersebut)

Jam 8 Pagi 17 Jan 2013, Awan tebal menutupi Bagian barat Pulau Jawa, kecepatan angin rendah, nampaknya sedang turun hujan di kuadran barat laut dar kumpulan awan tersebut

Jam 8 Pagi 17 Jan 2013, Awan tebal menutupi Bagian barat Pulau Jawa, kecepatan angin rendah, nampaknya sedang turun hujan di kuadran barat laut dar kumpulan awan tersebut

Jam 11 tanggal 17 Jan 2013, Awan menutupi dengan sempurna bagian barat Pulau Jawa, Kecepatan Angin rendah, nampaknya sedang terjadi hujan

Jam 11 tanggal 17 Jan 2013, Awan menutupi dengan sempurna bagian barat Pulau Jawa, Kecepatan Angin rendah, nampaknya sedang terjadi hujan

Jam 2 siang, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah menurun ketebalan nya (tanda telah dan masih terjadi hujan), kecepatan angin masih rendah

Jam 2 siang, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah menurun ketebalan nya (tanda telah dan masih terjadi hujan), kecepatan angin masih rendah

Jam 5 Sore, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah habis diturunan sebagai hujan, Kecepatan angin masih rendah

Jam 5 Sore, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah habis diturunan sebagai hujan, Kecepatan angin masih rendah

Jam 8 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Jakarta dan sekitar bebas dari awan penghasil hujan

Jam 8 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Jakarta dan sekitar bebas dari awan penghasil hujan

Jam 11 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Ada 3 kumpulan awan tebal di sekitar Lampung dan bila terbawa angin akan menuju Jakarta dsk.

Jam 11 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Ada 3 kumpulan awan tebal di sekitar Lampung dan bila terbawa angin akan menuju Jakarta dsk.

Jam 2 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, Tiga awan tebal dari Lampung telah menyatu dan menutupi Selat Sunda hingga Jakarta dsk., Kecepatang angin sedang

Jam 2 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, Tiga awan tebal dari Lampung telah menyatu dan menutupi Selat Sunda hingga Jakarta dsk., Kecepatang angin sedang

Jam 5 Pagi, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya sedang turun hujan dari awan tebal tadi

Jam 5 Pagi, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya sedang turun hujan dari awan tebal tadi

Jam 8 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, masih turun hujan daru kumpulan awan tadi malam di tempat yang sama

Jam 8 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, masih turun hujan daru kumpulan awan tadi malam di tempat yang sama

Jam 2 Siang, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya awan penghasil hujan di Jakarta dsk. sudah mulai habis

Jam 2 Siang, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya awan penghasil hujan di Jakarta dsk. sudah mulai habis

Jam 6 sore, Tanggal 18 Jan 2013, awan penghasil hujan sudah bubar dai Jakarta dsk.

Jam 6 sore, Tanggal 18 Jan 2013, awan penghasil hujan sudah bubar dai Jakarta dsk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Halaman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.