Tornado Jepang 6 Mei 2012

Mei 7, 2012 pada 5:45 pm | Ditulis dalam cuaca | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , , , , , ,

angin tornado menerjang wilayah Tsukuba, Ibaraki, Jepang, 6 Mei 2012, mengakibatkan seorang tewas, puluhan orang terluka dan puluhan rumah hancur.

http://www.japantimes.co.jp/text/nn20120506x1.html
yang menarik perhatian saya adalah informasi yang menyebutkan bahwa “badan meteorologi Jepang (JMA) telah mengeluarkan peringatan tentang adanya tornado tersebut beberapa menit sebelum kejadian”. seperti tertulis pada berita disini

Tterlepas dari Jepang adalah negara maju yang sumber daya manusia dan teknologi nya “jempolan” serta “profesional” nya institusi penanganan bencana, saya ingin mengulik cara Jepang memandang, me-mitigasi dan menangani bencana (dalam hal ini tornado).

informasi pada website jma tentang peluang kejadian tornado

seperti kita tahu, Jepang adalah negara Kepulauan (sama seperti kita), Jepang sering terjadi gempa (sama juga dengan kita kan?), Jepang beberapa kali terjadi tsunami (sama juga kan?), Jepang beberapa kali terjadi tornado (apakah sama?). memang di Indonesia kita jarang mendengar kejadian tornado, tapiiiiii….sering sekali mendengar angin puting beliung kan? nah, mereka adalah satu keluarga. sama-sama terjadi akibat tekanan rendah, sama-sama angin berputar dan yang pasti sama-sama membuat kerusakan. lalu, dengan karakteristik alam yang mirip (paling tidak berdasarkan kepualaun nya) apakah kita mampu memprediksi terjadinya tornado (puting beliung)?,  mari kita tanya galileo! eh BMKG maksudnya, apakah mampu?.

gambar dari dailytelegraph.com

jika kita mampu memprediksi kejadian tornado (puting beliung) dan menginformasikan kepada masyarakat secara realtime, maka saya yakin korban jiwa akan banyak yang tertolong. karena tiap tahun nya, ratusan kejadian puting beliung terjadi di Indonesia dan merenggut puluhan jiwa serta kerugian benda yang tak ternilai. jika kita mampu menghasilkan informasi mitigasi bencana yang efektif serta tepat waktu dan tepat sasaran, maka kita akan banyak membantu sudara-saudara kita terhindar dari kerugian. dan semoga itu akan menjadi pahala untuk bekal kita di akhirat..hehe..amiiin.

“Supermoon” 5/6 Mei 2012

Mei 6, 2012 pada 8:44 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , , , ,

supermoon adalah istilah yang digunakan ketika bulan baru (bulan penuh) terjadi bersamaan dengan jarak terdekat (perigee) revolusi bulan mengelilingi bumi.

pada saat supermoon, bulan terlihat lebih terang dan lebih besar dibanding bulan purnama biasa.

bulan purnama mempengaruhi pasang surut air laut, saat bulan purnama biasanya diikuti dengan peningkatan gelombang pasang surut. apalagi pada kondisi supermoon seperti sekarang ini, pastinya lebih meningkat lagi. untungny supermoon tidak terjadi pada saat puncak musim hujan di Jakarta ya…hehehe

Artikel pencerdasan tentang gempa dari BPPT

April 16, 2012 pada 12:32 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , ,

langsung copas dari website BPPT nih di http://www.bppt.go.id/index.php/component/content/article/62-teknologi-kelautan-dan-kedirgantaraan/1066-catatan-tentang-gempa-aceh-11-april-2012

CATATAN TENTANG GEMPA ACEH 11 APRIL 2012

JUMAT, 13 APRIL 2012 09:28 0 COMMENTS

Berdasarkan spektrum energinya, saat ini dikenal tiga jenis gempa, yaitu: gempa Megathrust, gempa Tsunami, dan gempa Outer-rise (Kanamori, 2008). Jika dikaitkan dengan lokasi pusat gempa, pusat gempa outer-rise terletak di dalam patahan satu lempeng tektonik, sementara pusat gempa megathrust terletak pada pertemuan dua lempeng (zona subduksi).

Gempa Aceh 11 April 2012 dikategorikan sebagai gempa outer-rise karena terletak di luar zona subduksi. Gempa Outer-rise berkorelasi erat dengan tingkat stress (tekanan) pada zona interplate (zona pertemuan lempeng tektonik, dalam hal ini Lempeng Indo-Australia dengan lempeng Sunda). Gempa jenis ini termasuk jarang terjadi, akan tetapi lebih berbahaya daripada kedua jenis gempa yang lain.

Gempa Aceh ini juga memiliki karakteristik sebagai gempa Doublet karena terjadi dua kali gempa dalam waktu dan lokasi yang berdekatan dan berkekuatan yang hampir sama. Seperti yang telah diberitakan, gempa pertama terjadi pada pukul 15:38 WIB dengan kekuatan 8,6; dan gempa ke dua terjadi pada pukul 17:43 dengan kekuatan 8,1.

Intensitas guncangan gempa outer rise terasa lebih kuat, karena energi yang dilepaskan terakumulasi dalam waktu yang singkat. Gempa Aceh dengan magnitud 8,6 kemarin berkekuatan setara dengan 500.000 kali ledakan bom atom Hiroshima yag dilepaskan secara bersamaan hanya dalam waktu 40 detik. Akibatnya,dampak guncangan terasa sampai wilayah yang lebih jauh.

Guncangan Gempa Aceh kemarin dilaporkan terasa sampai di Bangkok. Sebaliknya, Gempa Aceh 26 Desember 2004 yang berkekuatan 9.2 Skala Richter guncangannya hanya terasa sampai di pesisir barat Malaysia.

Kejadian Gempa Aceh 11 April 2011 ini termasuk anomali, karena gempa Outer-rise ini biasanya terjadi pada zona “transisi”, yaitu zona peralihan dari zona yang terkunci secara kuat (seperti kawasan pesisir barat Sumatera) ke zona yang tidak terkunci atau terkunci secara lemah, seperti kawasan di selatan Nusatenggara.

Sebagai contoh adalah gempa di selatan Sumba tgl. 19 Agustus 1977 (8,3 Skala Richter) dan gempa di selatan Jawa tgl. 26 Juni 2007 (6,0 Skala Richter).

Sementara itu, Gempa Aceh kemarin terjadi pada zona yang terkunci secara kuat. Peristiwa memang dapat saja terjadi, antara lain jika sebelumnya terpicu oleh gempa megathrust yang besar. Apabila asumsi ini, maka gempa outer-rise 11 April 2012 ini merupakan rentetan dari gempa megathrust 26 Desember 2004. Namun, hal ini masih memerlukan analisa lebih lanjut, mengingat mekanisme gempa 11 April 2012 yang didominasi oleh komponen horizontal (strike-slip), sementara gempa 26 Desember 2004 didominasi oleh komponen vertikal (thrust fault).

Kejadian gempa Doublet (dua gempa yang terjadi dengan perbedaan kekuatan tidak lebih dari 0.2 unit atau jarak antar titik pusat tidak lebih dari 100 km atau terjadi dalam waktu yang berdekatan) juga pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Gempa Papua 3 Januari 2009 dengan kekuatan 7,6 dan 7.4 Skala Richter berbeda 3 jam antar kejadian. Gempa Bengkulu 12 September 2007 dengan kekuatan 8,4 and 7,9 Skala Richter berselang 12 jam antar kejadian. Gempa Aceh 11 April 2012 dengan kekuatan 8,6 dan 8,2 Skala Richter terjadi dalam selisih waktu 2 jam.

Gempa Outer-rise 11 April 2012 di sebelah barat Aceh ini mempunyai mekanisme geser (strike-slip) dimana komponen horizontal yang dominan, sehingga tidak membangkitkan gelombang tsunami yang besar. Berbeda dengan kejadian gempa Outer-rise 19 Agustus 1977 di selatan Sumba dengan mekanime patahan turun (normal-fault) yang membangkitkan tsunami dan menelan korban 189 jiwa.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dampak negatif dari gempa Outer-rise yang jarang terjadi ini lebih lengkap yaitu guncangan yang lebih keras dengan jangkauan yang lebih jauh. Apabila mekanisme gempanya didominasi oleh komponen vertikal (dip-slip), maka potensi tsunami juga sangat besar.

Berdasarkan sistem kegempaan di kawasan barat Sumatera, pelepasan energi melalui gempa outer-rise 11 April 2012 ini tidak berarti mengurangi potensi pelepasan energi besar di segmen Mentawai yang selama ini diwaspadai. Oleh karena itu, pemantauan dan penelitian terhadap fenomena gempa di kawasan ini tetap harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh.

Perilaku gempa Outer-rise ini dapat berdampak regional. Akibatnya, negara-negara tetangga Indonesia, yang notabene bukan negara pusat gempa, memberikan perhatian lebih besar dengan mendirikan lembaga-lembaga penelitian baru. Bagi Indonesia, peristiwa gempa outer-rise ini hendaknya makin meningkatkan upaya-upaya mitigasi bencana karena memang kita ‘kaya’ akan jenis-jenis gempa yang merusak, dan akhir-akhir ini makin sering terjadi.(TPSA/Humas)

semoga bermanfaat…

[Update] Siklon tropis Lua, kelanjutan dari tropical low Western Australia…

Maret 14, 2012 pada 11:13 pm | Ditulis dalam siklon tropis | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , , , ,

saat ini siklon tropis Lua telah mencapai kategori 3 dan bergerak menuju daratan western Australia.

 

—————————————————————————————————————————————————————————–

setalah kemarin masih dalam kategori tropical low, ternyata malam ini sudah masuk kategori 2 siklon tropis dan dinamakan siklon tropis Lua.

agak berbeda dengan perkiraan forecast track map kemarin, siklon tropias Lua malah beroperasi di sekitar lintang 15 southern hemisphere, yang tentunya sangat berdampak terhadap perairan samudera Indonesia dan juga pulau Jawa, Bali, Nusa tenggara. dari citra satelit juga terlihat bagaimana awan terluar dari siklon tropis Lua menyapu perairan selatan Jawa. tidak mengherankan jika pagi-pagi sudah hujan deras tiba-tiba, siang mendung sekali tapi tidak jadi hujan dan angin bertiup tiba-tiba kencang lalu menghilang.

siklon tropis Lua diprediksi terus meningkat intensitas nya dan diprediksi mencapai kategori 4 dalam dua hari kedepan, hal tersebut tak terlapas dari suhu muka laut yang lasih hangat dan shear vertikal yang rendah. pregerakanya diprediksi ke arah tenggara menuju daratan Western Australia.

bagi kita yang berada di Jawa, Bali, Nusa Tenggara ya tentunya harus waspada hujan pagi hari (hujan sore atau malam kan sudah biasa), angin kencang, gelombang laut tinggi.

Peta prediksi awal musim kemarau 2012 oleh BMKG, part 4

Maret 13, 2012 pada 10:59 am | Ditulis dalam iklim | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , , , , , , , , , ,

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.