mengapa sih mendung terus sepanjang hari…
Januari 12, 2010 pada 11:49 am | Ditulis dalam iklim | Tinggalkan KomentarKaitkata: awan, pergerakan semu matahari, suhu muka laut
pada tanggal 22/23 September posisi matahari tepat berada diatas khatulistiwa, matahari kemudian bergerak ke selatan hingga pada tanggal 20/21 Desember mencapai lintang 23.5 derajat Selatan, kmudian bergerak keutara lagi dan mencapai equator kembali pada tanggal 20/21 maret.
![]()
pergerakan matahari pada periode tersebut mnyebabkan pemanasan intesif di laut/ samudera sekitar Indonesia, pergerakan pertama yang keselatan saja sudah meningkatkan suhu laut, ditambah lagi pergerakan kedua menuju utara (equator) menciptakan akumulasi suhu muka laut disekitar Indonesia. sebagaimana terlihat pada gambar Peta Suhu Muka laut dibawah ini.

peningkatan suhu muka laut menyebabkan peningkatan produksi uap air melalu proses konveksi. proses konveksi menyebabkan pengangkatan massa udara yang mnghasilkan tekanan udara yang rendah (kekosongan tempat akibat ditinggalkan udara yang terangkat lebih keatas). jika tekanan rendah meliputi wilayah yang luas, menyebabkan bertiupnya angin ke area tersebut. makin besar perbedaan tekanan udaranya, makin kencang angin yang bertiup. angin dari utara dan selatan yang menuju suatu pusat tekanan rendah berpeluang besar menyebabkan siklon tropis.
jikalaupun tidak, akumulasi massa udara disekitar tekanan rendah menyebabkan awan enggan bergerak meninggalkan kita sepanjang hari.
ini dia penyebab hujan siang hari ini
Desember 28, 2009 pada 4:14 pm | Ditulis dalam cuaca, satelit meteorologi | 2 KomentarKaitkata: awan, hujan
penampakan awan pukul 07.30 WIBB
penampakan awan pukul 12.30 WIBB
penampakan awan pukul 14.30 WIBB (ketika terjadi hujan lebat)
analisis arah dan kecepatam angin hari ini
dari gambar2 diatas dapat dilihat bahwa dari pagi pun awan2 sudah padat nongkrong diatas jakarta, didukung oleh kecepatan angin yng relative slow maka sampe sore pun awan tak mau beranjak pergi dari atas jakarta. ketika pengembunan sudah mencapai titik maksimalnya. maka jatohlah hujan di bumi kita yang tercinta ini.
jika dilihat dari penampakan awannya, sebenarnya karakter hujan siang ini bisa saja terjadi pada pagi hari, karena source nya (awan/uap air) sudah stand by dari pagi. hanya saja pada pagi hari anngin masih mampu membawa/ membuyarkan massa awan kearah selatan (samudera) yang dalam kondisi khusus seperti sekarang ini lebih rendah kerapatan udaranya dibanding daratan (daratan siang malam tertutup awan sehingga tidak bisa menerima radiasi langsung dari matahari). ketika lautan memaksimalkan penguapan / pembentukan awan pada siang hari, maka sudah tidak ada lagi kesempatan bagi angin untuk membawa awan diatas daratan kita ini…bisa ditebak kan apa yang terjadi, proses pengembunan uap air/awan diatas daratan dapat berjalan optimal/relatif cepat tanpa gangguan angin…sehingga ketika tengah hari sudah terlewati…maka tinggal menunggu waktulah si hujan turun ke bumi…
note: karakteristik hujan siang hari ini bisa disebut hujan moonsonal/ musiman, berbeda dengan hujan konvektif, hujan siklonik maupun hujan front
fenomena apakah ini….?
Februari 22, 2008 pada 4:21 pm | Ditulis dalam satelit meteorologi | 2 KomentarKaitkata: awan, equator
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.






![Geostationery Observation Environmental Satellite – NOAA gambar satelit terkini [NOAA]](http://www.goes.noaa.gov/nesdisbanner_left.gif)
