Great News !… Data Iklim Online BMKG

Standard

Kurang tahu sejak kapan pastinya, BMKG menyediakan fitur data iklim online pada website mereka di http://dataonline.bmkg.go.id/.

dataonline_bmkg

review dari saya:

  • hanya terdapat dua kolom query, yaitu nama stasiun dan rentang tanggal.
  • tidak ada menu save as ataupun download data yang ditampilkan
  • terdapat 874 stasiun iklim dengan rentang waktu bervariasi
  • tidak ada kordinat xy dari stasiun-stasiun tersebut
  • unsur iklim yang ditampilkan meliputi suhu udara Max., suhu udara min., suhu rata-rata, kelembaban rata-rata, curah hujan, lama penyinaran matahari. Semua undur iklim ditampilkan dalam resolusi harian.

 

dengan adanya portal ini, sangat saya apresiasi dan saya dukung demi kemudahan akses data iklim bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan.

 

Advertisements

Hujan Jakarta Diinterupsi Badai Indonesia Bagian Timur

Standard

IDE00134.201502100630

Setelah semenjak minggu siang awan penghasil hujan enggan meninggalkan Jakrta, akhirnya mereka berangsur-angsur mulai menyikngkir siang ini. Sistem tekanan rendah di Nusa Tenggara (Western Australia) tampaknya yang mengusik “kenyamanan” awan Jakarta ini.

Sistem tekanan rendah tersebut bergerak cepat dari Papua New Guinea kemarin hingga hari ini sudah sampai di Nusa Tenggara, bisa dibanyangkan bagaimana kecepatan angin yang dihasilkan dari sistem tersebut. disatu sisi kejadian ini cukup melegakan bagi penduduk jakarta dan sekitar yang kebanjiran, tetapi ternyata ancaman baru saja dimulai bagi penduduk Indonesia bagian timur.

Walaupun sistem tersebut menyisir garis pada garis lintang belasan sejak kemarin, tetapi tampaknya akan berbelok kearah selatan sebelum mencapai Pulau Bali. Meskipun begitu angin yang dihasilkan diprediksi akan meningkat seiring bertemunya sistem tersebut dengan “makanan” empuk berupa kelembaban udara dari Samudera Indonesia. So, Waspadalah…terutama bagi anda disekitar Bali, Nusa Tenggara, Jawa Timur bagian Selatan.

Alam selalu mencari keseimbangan nya sendiri.

(Update) Analisis Meteorologis Kecelakaan QZ850 oleh BMKG

Standard

Langsung saja ke TKP.

http://bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Publikasi/Artikel/KECELAKAAN_AIRASIA_QZ_8501_ANALISIS_METEOROLOGIS.bmkg

dan

http://data.bmkg.go.id/share/Gambar_Foto/Artikel/KECELAKAAN_AIRASIA_QZ_8501_ANALISIS_METEOROLOGIS.pdf

 

berikut ini screenshoot kesimpulan analisis nya

airasia_bmkg

————————————————————————

Dan ini sebagian kesimpulan final report dari KNKT:

KNKT_QZ8501

link lengkap nya adalah

http://kemhubri.dephub.go.id/knkt/ntsc_aviation/baru/Final%20Report%20PK-AXC.pdf

bagaimana tanggapan anda?.

cheers.

 

 

Peta jumlah hari tanpa hujan, dari BMKG

Standard

PetaMonitoringHariTanpaHujan-Indonesia_compress

Peta tersebut bisa mewakili tingkat kekeringan di daera (titik) tertentu.

hampir seluruh Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Nusa Tenggara, Pulau Timor, mengalami kekeringan >30 hari atau disebut sebagai kekeringan panjang pada peta tersebut.

menyikapi kejadian ini, sudah keharusan bagi pemangku kebijakan (stakeholder) melaksanakan manajemen pengelolaan air secara terstruktur dan kontinyu. sebagai catatan saja, tahun ini hanya terjadi El-Nino sedang (Moderat), bisa dibayangkan apa jadinya jika terjadi El-Nino Kuat !.

berbagai penelitian, kajian, seminar, sudah saatnya (jika tidak mau bilang terlambat) di implementasikan dilapangan. masalah kekeringan adalah masalah klasik yang seharusnya “mudah” diantisipasi oleh segenap lapisan bangsa ini jika ada “kemauan”.

“Tersangka” Cuaca Ekstrim (Beberapa) Minggu ini.

Standard

Siklon tropis di Filipina menjadi media darling dalam hal penyebab kekeringan dan cuaca panas beberapa hari ini. Padahal memang sedang musim kemarau kan? tapi ya sudahlah, biarlah berita tetap menjadi berita.

00Latest

Dari citra satelit diatas memang terlihat pola pita awan / cloud band atu mungkin juga bisa rainband menjalar dari selatan Pulau Jawa melintasi Pulau Kalimantan hingga berkumpul di Filipina. Pita awan tersebut merupakan visualisasi dari kelembaban (uap air) yang “tersedot” oleh sistem siklon. Apa akibatnya? udara menjadi kering, temperature ekstrim (siang panas bingits malem dingin bingits macam di gurun, sinar matahari langsung (terik) karena tanpa kehadiran reflektor (awan), dsb.. tapi dari semua efek tersebut, apakah terasa gerah? sepertinya tidak, karena yang membuat gerah adalah udara lembab (representasi awan).

Sekian, mari kita sharing jika ada yg keliru.

BMKG: El-Nino lemah-moderat aktif mulai Juli 2014 di wilayah Indonesia

Standard

http://bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Sestama/Humas/EL_NINO_AKTIF_PERTENGAHAN_TAHUN_2014.bmkg

Sejak bulan Maret hingga awal Juni, suhu muka laut perairan Indonesia masih relatif hangat sehingga persediaan uap air di wilayah Indonesia pada umumnya cukup. Hal ini diutarakan Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M. Eng saat memberikan penjelasan di depan puluhan media massa, Jumat (13/6) 2014 di Ruang Rapat BMKG yang dihadiri Pejabat Eselon II, III, dan IV. Lebih lanjut, Andi Eka mengutarakan bahwa di wilayah Indonesia diprediksi el-nino lemah hingga moderate. Pada 2014, fenomena el-nino tidak separah tahun 1997 sehingga tidak akan memicu kekeringan yang lebih buruk dibandingkan tahun 1997.

Andi Eka pun mengungkapkan bahwa el-nino diprakirakan mulai aktif antara Juli-Agustus dan mulai dirasakan dampaknya pada bulan Agustus sehingga menyebabkan mundurnya awal musim hujan 2014/2015 di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Sementara Deputi Bidang Klimatologi, Dr. Widada Sulistya DEA saat mendampingi Kepala BMKG mengatakan bahwa puncak angin timuran (dari arah timur) terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus dan terjjadi di wilayah Selatan.

Saat ini aktivitas monsun Asia reatif lemah dan ini menyebabkan terjadi peluang penbentukan awan hujan disekitar Sumatera masih tinggi. Sementara nilai indeks monsoon Australia menunjukkan bahwa aktivitas monsun Australia masih kuat. Hal ini tentunya mengindikasikan bahwa pembentukan awan di sekitar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah semakin berkurang.

Perbedaan Anomali Suhu muka laut di wilayah Samudera Hindia sebelah timur Afrika dan Barat Sumatera (dippole Mode bernilai Positif). Kondisi ini mengakibatkan tidak terjadi potensi penguapan uap air yang signifikan di Wilayah Indonesia Bagian Barat (rn).

[Update]…Download data iklim via webgis

Standard

Sialakan coba buka situs climate.gov

walaupun sama sama bersumber dari NCDC-NOAA, menjelajahi data iklim melalui webgis memiliki keunggulan dalam hal tampilan, lebih user friendly, karena berbasis spasial dengan bermacam pilihan layer map yang bisa dioverlay.

dalam blog yang belum lama dirilis, NCDC-NOAA menerbitkan layanan data iklim yang dapat dijelajahi dan diunduh via webgis.

langsung saja meluncur ke http://www.climate.gov// untuk menjelajahi berbagai data iklim yang tersedia.

link terbaru adalah

https://gis.ncdc.noaa.gov/maps/ncei/cdo/daily

http://gis.ncdc.noaa.gov/map/viewer/#app=clim&cfg=cdo&theme=daily&layers=0001&node=gis

webgis_ncdcbisa terlihat sebaran stasiun cuaca yang tersedia data iklimnya.

webgis_ncdc2

kami baru mencoba memeriksa akurasi letak beberapa stasiun, dan hasilnya perlu dikaji lebih lanjut.