seperti biasanya, akhir November hingga awal April adalah musim kemunculan siklon tropis di sekitar Benua Australia , baik di Samudera pasifik (bagian timur Aussie) maupun di Samudera Hindia (bagian barat Aussie). lebih jelasnya lihat disini

TC Laurence

Lalu apa hubungannya siklon tropis di Aussie dengan kita di Indonesia. Dari gambar TC laurence saja sudah terlihat bagaimanakah koneksi antara awan diatas Indonesia dengan pusat siklon Laurence. dengan keberadaan siklon Australia barat, sangat mungkin mempengaruhi kondisi cucaca di Indonesia, karena secara teori kedua wilayah tersebut termasuk kedalam satu wilayah siklus cuaca. keberadaan siklon di Australia barat menyebababkan angin kencang di Indonesia (Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Papua) yang tentunya menghasilkan gelombang laut yang tinggi. keberadaan siklon di Australia juga tidak jarang menghasilkan hujan lebat di Indonesia (karakter hujan siklonik adalah dapat terjadi kapan saja waktunya dan dapat berlangsung berjam-jam, tidak jarang terjadi pada pagi hari ketika orang-orang mulai beraktivitas-sungguh merepotkan-)

efek-efek diatas dapat diukur dari seberapa jauh jarak keberadaan siklon dari Indonesia dan seberapa besar dan kuatnya siklon tersebut.

sesungguhnya wilayah yang paling parah terkena dampak dari kemunculan siklon di Australia barat adalah Maluku, Nusa Tenggara dan Bali. data dari Biro meteorologi Australia pernah merekem jejak keberadaan sklon di Nusa Tenggara seperti terlihat pada gambar berikut

sedangkan rekam jejak siklon yang paling mendekati Pulau Jawa adalah seperti berikut ini

Advertisements