pada tanggal 22/23  September posisi matahari tepat berada diatas khatulistiwa, matahari kemudian bergerak ke selatan hingga pada tanggal 20/21 Desember mencapai lintang 23.5 derajat Selatan, kmudian bergerak keutara lagi dan mencapai equator kembali pada tanggal 20/21 maret.

pergerakan matahari pada periode tersebut mnyebabkan pemanasan intesif di laut/ samudera sekitar Indonesia, pergerakan pertama yang keselatan saja sudah meningkatkan suhu laut, ditambah lagi pergerakan kedua menuju utara (equator) menciptakan akumulasi suhu muka laut disekitar Indonesia. sebagaimana terlihat pada gambar  Peta Suhu Muka laut dibawah ini.

peningkatan suhu muka laut menyebabkan peningkatan produksi uap air melalu proses konveksi. proses konveksi menyebabkan pengangkatan massa udara yang mnghasilkan tekanan udara yang rendah (kekosongan tempat akibat ditinggalkan udara yang terangkat lebih keatas). jika tekanan rendah meliputi wilayah yang luas, menyebabkan bertiupnya angin ke area tersebut. makin besar perbedaan tekanan udaranya, makin kencang angin yang bertiup. angin dari utara dan selatan yang menuju suatu pusat tekanan rendah berpeluang besar menyebabkan siklon tropis.

jikalaupun tidak, akumulasi massa udara disekitar tekanan rendah menyebabkan awan enggan bergerak meninggalkan kita sepanjang hari.

Advertisements