tulisan ini dikutip  dari blog Anthony Watss di sini

demikian hasil penelitian di wilayah Cerrado, Brazil. Ilmuwan menemukan fakta bahwa perubahan vegetasi alami menjadi pertanaman pangan (crops) ataupun rumput liar, menyebabkan kenaikan suhu wilayah cerrado sebesar 1.15 derajat celcius. tetapi pengubahan lahan selanjutnya menjadi pertanaman tebu, rata-rata menurunkan suhu udara sekitarnya sebesar 0.93 derajat celcius.

hal tersebut terjadi karena pertanaman tebu memantulkan kembali sinar matahari ke angkasa dan juga menurunkan suhu udara sekitarnya dengan cara menghembuskan (exhale) air yang lebih dingin. seperti kita tahu bahwa pohon tebu menahan banyak air.

hal tersebut memiliki keuntungan ganda, karena Brazil merupakan produsen dan pengguna biofuel terbesar di dunia, dan itu dihasilkan dari tebu. jadi, selain mengurangi bertambahnya gas-gas rumah kaca di angkasa, pohon tebu juga dapat menurunkan suhu udara si sekitarnya.

Advertisements