Pagi ini BoM Australia telah mengeluarkan peringatan tentang terbentuknya sistem tekanan rendah di sebelah Barat Laut Australia (Selatan Nusa Tenggara). Pada pagi ini sistem tersebut di kategori kan pada level tropical low.

Tropical low tersebut terbentuk pada area low trough yang membentang sepanjang Samudera Indonesia dari sebelah barat Sumatera hingga perairan Maluku. Kita bisa menyebutnya juga dengan monsoon trough, ataupun ITCZ.

Area low trough akan menarik massa udara kering dari Benua Asia melewati Samudera India ataupun Laut Cina Selatan yang kaya dengan uap air (penguapan air laut), walhasil ketika sampai di area low trough massa udara sudah berbentuk awan (penuh terisi uap air). Dan akhirnya jatuh sebagai air hujan di area low trough.

Jika sistem aliran udara tersebut diatas berlangsung persistent, maka akan muncul area tekanan rendah yang eksklusif, yang paling rendah dari sekitarnya dan pada akhirnya akan mengumpulkan massa udara dari segala penjuru. Maka muncullah bibit siklon/ topan/ hurricane.

Tropical low hari ini di prediksi BoM akan terus berkembang meningkat menjadi Tropical cyclone kategori satu pada besok senin malam 6 januari 2020, dan meningkat menjadi kategori dua pada selasa malam 7 januari 2020.

Peta prediksi dari BoM tidak memperlihatkan wilayah Indonesia yang terdampak oleh sistem ini.

Komentar sediapayung:

Meskipun tidak secara terdampak secara langsung oleh sistem ini, gelombang laut diatas normal dipastikan terjadi di sepanjang pantai selatan, mulai dari Lampung hingga Maluku. Angin kencang kemungkinan besar terjadi mulai dari Bali, Nusa Tenggara dan Maluku.

Peluang lain yang menurut sediapayung cukup positif adalah berkurangnya curah hujan di Sumatera Bagian selatan hingga Jawa Bagian Barat, ini bisa terjadi karena awan awan akan bergerak ke timur relatif lebih cepat akibat pengaruh tekanan rendah hari ini. Karena melintas relatif cepat makam peluang awan stagnan (hujan deras durasi lama) berkurang, hujan akan berdurasi rendah dengan intensitas rendah (gerimis). Sebagaimana kita tahu, banjir 1 januari 2020 adalah hasil pokok dari hujan intensitas sedang/ tinggi dengan durasi lama.

Semoga dengan pergerakan awan yang relatif cepat, durasi hujan akan berkurang, makan banjir akan berkurang.

Komentar sediapayung: