Mengamati awan pengirim hujan penyebab banjir Jakarta 17 Januari 2013 dari satelit

Januari 31, 2013 pukul 2:30 pm | Ditulis dalam cuaca, satelit meteorologi | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,
Jam 8 pagi tanggal 16 Jan 2013, Awan menyebar dengan ketebalan sedang, angin cukup kencang untuk menyeret awan ke arah timur.

Jam 8 pagi tanggal 16 Jan 2013, Awan menyebar dengan ketebalan sedang, angin cukup kencang untuk menyeret awan ke arah timur.

 

Jam 4 Sore tanggal 16 Jan 2013, Awan mulai berkumpul di sisi selatan Pulau Jawa, kecepatan angin menurun dibanding pagi tadi

Jam 4 Sore tanggal 16 Jan 2013, Awan mulai berkumpul di sisi selatan Pulau Jawa, kecepatan angin menurun dibanding pagi tadi

Jam 2 pagi tanggal 17 Jan 2013, Awan tebal mengumpul di sisi utara dan selatan Pulau Jawa bagian barat, kecepatan angin rendah (terlihat stabilnya kumpulan awan tersebut)

Jam 2 pagi tanggal 17 Jan 2013, Awan tebal mengumpul di sisi utara dan selatan Pulau Jawa bagian barat, kecepatan angin rendah (terlihat stabilnya kumpulan awan tersebut)

Jam 8 Pagi 17 Jan 2013, Awan tebal menutupi Bagian barat Pulau Jawa, kecepatan angin rendah, nampaknya sedang turun hujan di kuadran barat laut dar kumpulan awan tersebut

Jam 8 Pagi 17 Jan 2013, Awan tebal menutupi Bagian barat Pulau Jawa, kecepatan angin rendah, nampaknya sedang turun hujan di kuadran barat laut dar kumpulan awan tersebut

Jam 11 tanggal 17 Jan 2013, Awan menutupi dengan sempurna bagian barat Pulau Jawa, Kecepatan Angin rendah, nampaknya sedang terjadi hujan

Jam 11 tanggal 17 Jan 2013, Awan menutupi dengan sempurna bagian barat Pulau Jawa, Kecepatan Angin rendah, nampaknya sedang terjadi hujan

Jam 2 siang, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah menurun ketebalan nya (tanda telah dan masih terjadi hujan), kecepatan angin masih rendah

Jam 2 siang, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah menurun ketebalan nya (tanda telah dan masih terjadi hujan), kecepatan angin masih rendah

Jam 5 Sore, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah habis diturunan sebagai hujan, Kecepatan angin masih rendah

Jam 5 Sore, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah habis diturunan sebagai hujan, Kecepatan angin masih rendah

Jam 8 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Jakarta dan sekitar bebas dari awan penghasil hujan

Jam 8 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Jakarta dan sekitar bebas dari awan penghasil hujan

Jam 11 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Ada 3 kumpulan awan tebal di sekitar Lampung dan bila terbawa angin akan menuju Jakarta dsk.

Jam 11 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Ada 3 kumpulan awan tebal di sekitar Lampung dan bila terbawa angin akan menuju Jakarta dsk.

Jam 2 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, Tiga awan tebal dari Lampung telah menyatu dan menutupi Selat Sunda hingga Jakarta dsk., Kecepatang angin sedang

Jam 2 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, Tiga awan tebal dari Lampung telah menyatu dan menutupi Selat Sunda hingga Jakarta dsk., Kecepatang angin sedang

Jam 5 Pagi, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya sedang turun hujan dari awan tebal tadi

Jam 5 Pagi, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya sedang turun hujan dari awan tebal tadi

Jam 8 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, masih turun hujan daru kumpulan awan tadi malam di tempat yang sama

Jam 8 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, masih turun hujan daru kumpulan awan tadi malam di tempat yang sama

Jam 2 Siang, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya awan penghasil hujan di Jakarta dsk. sudah mulai habis

Jam 2 Siang, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya awan penghasil hujan di Jakarta dsk. sudah mulai habis

Jam 6 sore, Tanggal 18 Jan 2013, awan penghasil hujan sudah bubar dai Jakarta dsk.

Jam 6 sore, Tanggal 18 Jan 2013, awan penghasil hujan sudah bubar dai Jakarta dsk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

mengapa sih mendung terus sepanjang hari…

Januari 12, 2010 pukul 11:49 am | Ditulis dalam iklim | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

pada tanggal 22/23  September posisi matahari tepat berada diatas khatulistiwa, matahari kemudian bergerak ke selatan hingga pada tanggal 20/21 Desember mencapai lintang 23.5 derajat Selatan, kmudian bergerak keutara lagi dan mencapai equator kembali pada tanggal 20/21 maret.

pergerakan matahari pada periode tersebut mnyebabkan pemanasan intesif di laut/ samudera sekitar Indonesia, pergerakan pertama yang keselatan saja sudah meningkatkan suhu laut, ditambah lagi pergerakan kedua menuju utara (equator) menciptakan akumulasi suhu muka laut disekitar Indonesia. sebagaimana terlihat pada gambar  Peta Suhu Muka laut dibawah ini.

peningkatan suhu muka laut menyebabkan peningkatan produksi uap air melalu proses konveksi. proses konveksi menyebabkan pengangkatan massa udara yang mnghasilkan tekanan udara yang rendah (kekosongan tempat akibat ditinggalkan udara yang terangkat lebih keatas). jika tekanan rendah meliputi wilayah yang luas, menyebabkan bertiupnya angin ke area tersebut. makin besar perbedaan tekanan udaranya, makin kencang angin yang bertiup. angin dari utara dan selatan yang menuju suatu pusat tekanan rendah berpeluang besar menyebabkan siklon tropis.

jikalaupun tidak, akumulasi massa udara disekitar tekanan rendah menyebabkan awan enggan bergerak meninggalkan kita sepanjang hari.

ini dia penyebab hujan siang hari ini

Desember 28, 2009 pukul 4:14 pm | Ditulis dalam cuaca, satelit meteorologi | 2 Komentar
Tag: ,

kondisi awan pukul 07.30 WIBBpenampakan awan pukul 07.30 WIBB

penampakan awan pukul 12.30 WIBB

penampakan awan pukul 14.30 WIBB (ketika terjadi hujan lebat)

analisis arah dan kecepatam angin hari ini

dari gambar2 diatas dapat dilihat bahwa dari pagi pun awan2 sudah padat nongkrong diatas jakarta, didukung oleh kecepatan angin yng relative slow maka sampe sore pun awan tak mau beranjak pergi dari atas jakarta. ketika pengembunan sudah mencapai titik maksimalnya. maka jatohlah hujan di bumi kita yang tercinta ini.

jika dilihat dari penampakan awannya, sebenarnya karakter hujan siang ini bisa saja terjadi pada pagi hari, karena source nya (awan/uap air) sudah stand by dari pagi. hanya saja pada pagi hari anngin masih mampu membawa/ membuyarkan massa awan kearah selatan (samudera) yang dalam kondisi khusus seperti sekarang ini lebih rendah kerapatan udaranya dibanding daratan (daratan siang malam tertutup awan sehingga tidak bisa menerima radiasi langsung dari matahari). ketika lautan memaksimalkan penguapan / pembentukan awan pada siang hari, maka sudah tidak ada lagi kesempatan bagi angin untuk membawa awan diatas daratan kita ini…bisa ditebak kan apa yang terjadi, proses pengembunan uap air/awan diatas daratan dapat berjalan optimal/relatif cepat tanpa gangguan angin…sehingga ketika tengah hari sudah terlewati…maka tinggal menunggu waktulah si hujan turun ke bumi…

note: karakteristik hujan siang hari ini bisa disebut hujan moonsonal/ musiman, berbeda dengan hujan konvektif, hujan siklonik maupun hujan front

fenomena apakah ini….?

Februari 22, 2008 pukul 4:21 pm | Ditulis dalam satelit meteorologi | 2 Komentar
Tag: ,

resize-of-mtir.jpg

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.