Hujan Jakarta Diinterupsi Badai Indonesia Bagian Timur

Februari 10, 2015 pukul 3:21 pm | Ditulis dalam cuaca | Tinggalkan komentar
Tag: ,

IDE00134.201502100630

Setelah semenjak minggu siang awan penghasil hujan enggan meninggalkan Jakrta, akhirnya mereka berangsur-angsur mulai menyikngkir siang ini. Sistem tekanan rendah di Nusa Tenggara (Western Australia) tampaknya yang mengusik “kenyamanan” awan Jakarta ini.

Sistem tekanan rendah tersebut bergerak cepat dari Papua New Guinea kemarin hingga hari ini sudah sampai di Nusa Tenggara, bisa dibanyangkan bagaimana kecepatan angin yang dihasilkan dari sistem tersebut. disatu sisi kejadian ini cukup melegakan bagi penduduk jakarta dan sekitar yang kebanjiran, tetapi ternyata ancaman baru saja dimulai bagi penduduk Indonesia bagian timur.

Walaupun sistem tersebut menyisir garis pada garis lintang belasan sejak kemarin, tetapi tampaknya akan berbelok kearah selatan sebelum mencapai Pulau Bali. Meskipun begitu angin yang dihasilkan diprediksi akan meningkat seiring bertemunya sistem tersebut dengan “makanan” empuk berupa kelembaban udara dari Samudera Indonesia. So, Waspadalah…terutama bagi anda disekitar Bali, Nusa Tenggara, Jawa Timur bagian Selatan.

Alam selalu mencari keseimbangan nya sendiri.

Iklan

Mengamati awan pengirim hujan penyebab banjir Jakarta 17 Januari 2013 dari satelit

Januari 31, 2013 pukul 2:30 pm | Ditulis dalam cuaca, satelit meteorologi | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,
Jam 8 pagi tanggal 16 Jan 2013, Awan menyebar dengan ketebalan sedang, angin cukup kencang untuk menyeret awan ke arah timur.

Jam 8 pagi tanggal 16 Jan 2013, Awan menyebar dengan ketebalan sedang, angin cukup kencang untuk menyeret awan ke arah timur.

 

Jam 4 Sore tanggal 16 Jan 2013, Awan mulai berkumpul di sisi selatan Pulau Jawa, kecepatan angin menurun dibanding pagi tadi

Jam 4 Sore tanggal 16 Jan 2013, Awan mulai berkumpul di sisi selatan Pulau Jawa, kecepatan angin menurun dibanding pagi tadi

Jam 2 pagi tanggal 17 Jan 2013, Awan tebal mengumpul di sisi utara dan selatan Pulau Jawa bagian barat, kecepatan angin rendah (terlihat stabilnya kumpulan awan tersebut)

Jam 2 pagi tanggal 17 Jan 2013, Awan tebal mengumpul di sisi utara dan selatan Pulau Jawa bagian barat, kecepatan angin rendah (terlihat stabilnya kumpulan awan tersebut)

Jam 8 Pagi 17 Jan 2013, Awan tebal menutupi Bagian barat Pulau Jawa, kecepatan angin rendah, nampaknya sedang turun hujan di kuadran barat laut dar kumpulan awan tersebut

Jam 8 Pagi 17 Jan 2013, Awan tebal menutupi Bagian barat Pulau Jawa, kecepatan angin rendah, nampaknya sedang turun hujan di kuadran barat laut dar kumpulan awan tersebut

Jam 11 tanggal 17 Jan 2013, Awan menutupi dengan sempurna bagian barat Pulau Jawa, Kecepatan Angin rendah, nampaknya sedang terjadi hujan

Jam 11 tanggal 17 Jan 2013, Awan menutupi dengan sempurna bagian barat Pulau Jawa, Kecepatan Angin rendah, nampaknya sedang terjadi hujan

Jam 2 siang, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah menurun ketebalan nya (tanda telah dan masih terjadi hujan), kecepatan angin masih rendah

Jam 2 siang, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah menurun ketebalan nya (tanda telah dan masih terjadi hujan), kecepatan angin masih rendah

Jam 5 Sore, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah habis diturunan sebagai hujan, Kecepatan angin masih rendah

Jam 5 Sore, Tanggal 17 Jan 2013, Awan sudah habis diturunan sebagai hujan, Kecepatan angin masih rendah

Jam 8 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Jakarta dan sekitar bebas dari awan penghasil hujan

Jam 8 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Jakarta dan sekitar bebas dari awan penghasil hujan

Jam 11 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Ada 3 kumpulan awan tebal di sekitar Lampung dan bila terbawa angin akan menuju Jakarta dsk.

Jam 11 malam, Tanggal 17 Jan 2013, Ada 3 kumpulan awan tebal di sekitar Lampung dan bila terbawa angin akan menuju Jakarta dsk.

Jam 2 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, Tiga awan tebal dari Lampung telah menyatu dan menutupi Selat Sunda hingga Jakarta dsk., Kecepatang angin sedang

Jam 2 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, Tiga awan tebal dari Lampung telah menyatu dan menutupi Selat Sunda hingga Jakarta dsk., Kecepatang angin sedang

Jam 5 Pagi, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya sedang turun hujan dari awan tebal tadi

Jam 5 Pagi, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya sedang turun hujan dari awan tebal tadi

Jam 8 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, masih turun hujan daru kumpulan awan tadi malam di tempat yang sama

Jam 8 pagi, Tanggal 18 Jan 2013, masih turun hujan daru kumpulan awan tadi malam di tempat yang sama

Jam 2 Siang, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya awan penghasil hujan di Jakarta dsk. sudah mulai habis

Jam 2 Siang, Tanggal 18 Jan 2013, nampaknya awan penghasil hujan di Jakarta dsk. sudah mulai habis

Jam 6 sore, Tanggal 18 Jan 2013, awan penghasil hujan sudah bubar dai Jakarta dsk.

Jam 6 sore, Tanggal 18 Jan 2013, awan penghasil hujan sudah bubar dai Jakarta dsk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Siklus banjir besar lima tahunan” akankah terjadi di Jakarta pada 2012?

Desember 14, 2011 pukul 12:37 pm | Ditulis dalam iklim | 1 Komentar
Tag: , , , ,

kalimat siklus banjir besar lima tahunan memang sengaja saya beri tanda kutip karena saya termasuk orang yang tidak mempercayai adanya siklus banjir tersebut. terminologi banjir saja sudah menjangkau banyak aspek yang membentuknya, belum lagi terminologi siklus. mengutip pernyataan Kepala BMKG beberapa hari lalu, (bisa lihat disini)

Sementara Sri Woro mengungkapkan curah hujan bukan satu-satunya penyebab banjir karena dapat juga disebabkan oleh kondisi DAS (kerusakan lingkungan sekitar sungai-sedimentasi-pendangkalan), sistem drainisi, tutupan lahan, dan khusus wilayah pantai terdapat faktor rob. Khusus daerah pantai saat hujan tinggi bersamaan dengan rob, potensi banjir akan lebih tinggi

saya menganggap banjir atau tidaknya itu banyak faktor “usaha manusia” nya dibanding faktor “alam”. Jakarta dari dulu memang sudah tempatnya air di musaim hujan, bisa dilihat dari kewaspadaan Belanda dengan cara membangun Kanal dan situ-situ “penampungan” air dari hulu. jadi jika sekarang sering banjir ya tentu bukan faktor alamiah Jakarta nya.

saya juga tidak mempercayai adanya siklus banjir lima tahunan terutama karena hal diatas, lha wong banjirnya saja bukan fenomena alamiah bagaimana bisa menyebutnya siklus. saya berpikir bahwa jika “usaha manusia” untuk memberikan “tempat” bagi air dari hulu bertambah besar maka banjir pun akan berkurang. begitu juga sebaliknya jika “usaha manusia” sama dengan nol, membiarkan pembangunan fisik berjalan tanpa kendali tanpa memberi “tempat” bagi air dari hulu, maka bisa-bisa tiap tahun pun akan terjadi banjir besar.

setelah searching di google, saya dapatkan info (disini) bahwa banjir besar terjadi di jakarta pada tahun 1621, 1654, 1918, 1976, 1996, 2002, 2007. bagaimanakah dengan 1997, 1992, 1987, 1982, dst?. sebagai orang yang awam statistik, saya ragu apakah deretan angka-angka tersebut bisa disebut siklus. jika dengan membandingkan kejadian La-Nina (yang katanya meningkatkan curah hujan di Indonesia), La-Nina kuat terjadi pada 2010, 1998, 1988, 1975, 1973, dst. (bisa lihat disini) apakah terlihat kesamaan waktunya dengan banjir Jakarta?.

kesimpulan nya, BMKG menyatakan bahwa pada musim hujan tahun 2012 bersifat normal, sehingga menurut saya seandainya banjir secara alamiah pun akan biasa-biasa saja. sehingga faktor penentunya adalah “usaha manusia” untuk memberi tempat bagi air dari hulu apakah maksimal atau tidak. sekian.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.