Fakta Seru Cuaca/Iklim

Februari 23, 2009 pukul 2:37 pm | Ditulis dalam cuaca, iklim | 1 Komentar
Tag: , ,

Tahukah Anda?

Suatu hari saya membaca buku cuaca untuk anak-anak terbitan Erlangga for kids. Judulnya “Topik Seru: Cuaca” karya Harry Ford & Kay Barnham. Isinya tentu saja tentang pengenalan cuaca/iklim untuk anak-anak. Namun yang menarik, ada fakta-fakta seru, unik dan aneh berkaitan dengan cuaca/ iklim tersebut. Bagi saya, hal itu cukup menarik dan menambah pengetahuan saya di dunia cuaca/iklim. Berikut beberapa fakta tersebut:

  • Planet Mars juga berputar dengan sumbu rotasi yang miring sehingga Mars memiliki musim-musim yang sangat mirip dengan Bumi
  • Tempat terpanas di muka bumi adalah Dallol di Ethiopia. Suhu rata-rata tempat teduh di tempat itu mencapai 34,4 °C
  • Tekanan udara tertinggi yang pernah tercatat adalah 1084 milibar di Seberia. Sedangkan tekanan udara terendah adalah 870 milibar tercatat dalam sebuah topan yang bertiup di atas Samudera Pasifik. (tekanan udara normal dataran rendah dekat permukaan laut adalah 1013, 25 milibar) Kabin dalam pesawat terang diberi tekanan khusus agar para penumpang awak dan penumpang tidak menderita karena berkurangnya tekanan udara saat pesawat terbang semakin tinggi.
  • Tempat paling ber-angin di dunia adalah di Teluk Commonwealth, Antartika.
  • Pesawat terbang kadangkala meninggalkan jejak awan buatan di belakangnya yang disebut contrail, yang terbentuk dari kristal-kristal es.
  • Tempat paling kering di dunia adalah gurun Atacama di Chili yang memiliki curah hujan kurang dari 0,1 milimeter per tahun. Sedangkan tempat paling basah di dunia diduga adalah Mawsynram, India dengan curah hujan sebanyak 11.873 milimeter per tahun.
  • Semua keping salju memiliki enam sisi, tetapi tidak ada satu pun yang persis sama.
  • Tempat paling terang di dunia adalah Gurun Sahara bagian timur yang memiliki 4300 jam cerah per tahun.
  • Selama 180 hari (kurang lebih 6 bulan) dalam setahun, Kutub utara dan Kutub Selatan sama sekali tidak memperoleh cahaya matahari.
  • Percobaan Benjamin Franklin dengan layang-layang yang terhubung dengan kunci logam menunjukkan bahwa kilat memiliki muatan listrik ketika kunci tersebut memercikkan bunga api listrik.
  • Tempat dengan badai petir terbanyak dalam setahun adalah di Bogor di Indonesia. Di tempat ini, terjadi lebih dari 220 badai petir setiap tahunnya. Sedangkan tempat paling jarang mengalami badai petir adalah Arktik dan Antartika.
  • Ketika udara sangat jernih, jarak pandang bisa mencapai 160 km atau lebih.
  • Di Gurun Atacama, Chili, orang-orang menggunakan harpa dengan benang-benang nilon untuk mengumpulkan air dari kabut laut.
  • Angin ribut yang kuat di laut dapat menciptakan gelombang setinggi lebih dari 15 meter. Beberapa gelombang dapat disebabkan ole angin yang terjadi 3000 km jauhnya.
  • Grand Banks dekat Newfoundland, Kanada adalah daerah laut paling berkabut di dunia.
  • Di Pegunungan Rocky, Kanada, angin hangat yang bertiup dapat menaikkan suhu sebesar 20 °C. [i@R-4 -C3]

Ada Apa dengan Cuaca?

Februari 16, 2009 pukul 11:55 am | Ditulis dalam cuaca | 1 Komentar
Tag: ,

ganim5b

Cuaca adalah ilmu yang mempelajari kondisi fisika atmosfer (selubung gas) bumi dalam wilayah sempit dan waktu yang pendek. Ilmu yang mempelajari masalah ini dinamakan Meteorologi (Awas berbeda loh dengan Metrologi!). Jika cuaca yang diamati jam demi jam, hari demi hari dihimpun menjadi suatu data historis yang panjang (minimal 30 tahun), jadilah iklim. Tentu saja iklim ini juga meliputi wilayah yang lebih luas. Dan ilmu yang mempelajarinya dinamakan Klimatologi.

Bagi kalangan ilmiah, cuaca biasanya direpresentasikan dengan nilai-nilai yang terukur (kuantitif), seperti misalnya suhu rata-rata suatu suatu daerah pada hari ini adalah 27 derajat Celcius, dengan kelembaban relatif (Relative Humidity) 60 %. Sementara bagi kebanyakan orang, cuaca seringkali disebutkan secara kualitatif. Maka tidak jarang penyebutan “cuacanya cerah”, atau “cuaca hari ini mendung/berawan” atau “wah, sepertinya akan turun hujan nih” adalah kata-kata yang seringkali dikenal umum untuk menyebutkan cuaca di daerah tertentu pada hari tertentu pula. Bagiku, setiap ilmu itu menarik dan punya daya tarik. Seperti demikian juga dengan ilmu cuaca (meteorologi).

Satu kutipan menarik tentang ilmu ini kudapatkan dari dialog panjang Ian Malcolm dalam novel fiksi ilmiah keren “Jurassic Park” karya Michael Chricton. Berikut petikannya:

“Cuaca merupakan sistem besar yang rumit, yaitu atmosfer bumi yang berinteraksi dengan tanah dan matahari. Perilaku system besar itu tidak pernah bisa dipahami. Jadi dengan sendirinya kita tidak bisa meramalkan cuaca. Tapi yang diperoleh para peneliti tahap awal dari model-model computer adalah bahwa kita, meskipun sanggup memahaminya, kita tetap tidak mampu meramalkannya.
Meramalkan cuaca adalah upaya yang mustahil. Sebab perilaku system sangat terganung pada kondisi awal. Jika saya menggunakan meriam untuk menembakkan peluru dengan berat tertentu, pada kecepatan tertentu, dan dengan sudut tertentu – dan jika kemudian saya menembakkan peluru kedua dengan berat, kecepatan dan sudut yang hamper sama, apa yang akan terjadi? Kedua peluru akan jatuh di tempat yang hampir sama. Itu yang dinamakan dinamika linier.
Tapi jika saya mempunyai sistem cuaca yang saya awali dengan suhu tertentu dan kecepatan angin tertentu. Dan kelembaban tertentu-dan jika kemudian saya mengulangi dengan suhu, angin dan kelembaban yang hampir sama, perilaku sistem kedua takkan hampir sama. Perilaku system kedua akan bergeser dan dalam waktu singkat akan menjadi sangat berbeda dari yang pertama. Badai petir, bukannya sinar matahari. Itu yang dinamakan dinamika non linier. Sistem non linier sangat sensitive terhadap kondisi awal: perbedaan-perbedaan kecil menjadi besar.”

Demikianlah, cuaca pada dasarnya sangat sulit untuk diprediksi. Selain harus mengunakan alat yang lumayan canggih dan mahal, ini dikarenakan karena sistem atmosfer bumi kita bukanlah merupakan sistem yang steady, tapi merupakan sistem yang selalu berubah setiap saat. Menjadi lebih kompleks karena melingkupi juga ruang yang sangat luas. Makanya, cuaca di setiap tempat berbeda satu dengan yang lainnya meskipun dalam waktu yang sama. Oleh karena itu, hasil prediksi para meteorolog (ahli cuaca) pun masih disebut prakiraan cuaca, artinya sebelum perkiraan. Maksudnya, sebuah perkiraan yang bisa saja salah karena sulitnya memprediksi sistem yang kompleks ini. [i@R 4 Climate Care Community]

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.