“Siklus banjir besar lima tahunan” akankah terjadi di Jakarta pada 2012?

Desember 14, 2011 pukul 12:37 pm | Ditulis dalam iklim | 1 Komentar
Tag: , , , ,

kalimat siklus banjir besar lima tahunan memang sengaja saya beri tanda kutip karena saya termasuk orang yang tidak mempercayai adanya siklus banjir tersebut. terminologi banjir saja sudah menjangkau banyak aspek yang membentuknya, belum lagi terminologi siklus. mengutip pernyataan Kepala BMKG beberapa hari lalu, (bisa lihat disini)

Sementara Sri Woro mengungkapkan curah hujan bukan satu-satunya penyebab banjir karena dapat juga disebabkan oleh kondisi DAS (kerusakan lingkungan sekitar sungai-sedimentasi-pendangkalan), sistem drainisi, tutupan lahan, dan khusus wilayah pantai terdapat faktor rob. Khusus daerah pantai saat hujan tinggi bersamaan dengan rob, potensi banjir akan lebih tinggi

saya menganggap banjir atau tidaknya itu banyak faktor “usaha manusia” nya dibanding faktor “alam”. Jakarta dari dulu memang sudah tempatnya air di musaim hujan, bisa dilihat dari kewaspadaan Belanda dengan cara membangun Kanal dan situ-situ “penampungan” air dari hulu. jadi jika sekarang sering banjir ya tentu bukan faktor alamiah Jakarta nya.

saya juga tidak mempercayai adanya siklus banjir lima tahunan terutama karena hal diatas, lha wong banjirnya saja bukan fenomena alamiah bagaimana bisa menyebutnya siklus. saya berpikir bahwa jika “usaha manusia” untuk memberikan “tempat” bagi air dari hulu bertambah besar maka banjir pun akan berkurang. begitu juga sebaliknya jika “usaha manusia” sama dengan nol, membiarkan pembangunan fisik berjalan tanpa kendali tanpa memberi “tempat” bagi air dari hulu, maka bisa-bisa tiap tahun pun akan terjadi banjir besar.

setelah searching di google, saya dapatkan info (disini) bahwa banjir besar terjadi di jakarta pada tahun 1621, 1654, 1918, 1976, 1996, 2002, 2007. bagaimanakah dengan 1997, 1992, 1987, 1982, dst?. sebagai orang yang awam statistik, saya ragu apakah deretan angka-angka tersebut bisa disebut siklus. jika dengan membandingkan kejadian La-Nina (yang katanya meningkatkan curah hujan di Indonesia), La-Nina kuat terjadi pada 2010, 1998, 1988, 1975, 1973, dst. (bisa lihat disini) apakah terlihat kesamaan waktunya dengan banjir Jakarta?.

kesimpulan nya, BMKG menyatakan bahwa pada musim hujan tahun 2012 bersifat normal, sehingga menurut saya seandainya banjir secara alamiah pun akan biasa-biasa saja. sehingga faktor penentunya adalah “usaha manusia” untuk memberi tempat bagi air dari hulu apakah maksimal atau tidak. sekian.

Iklan

—–>Maret 2008 = La Nina lemah…

Maret 18, 2008 pukul 12:58 pm | Ditulis dalam iklim | Tinggalkan komentar
Tag:

Informasi resmi dari pihak berwenang Indonesia (BMG) menyatakan demikian. melalui kepalanya langsung, BMG memprediksi curah hujan akan normal atau sedikit diatas normal hingga bulan maret 2008. (pikiran rakyat)

sementara rilis dari BoM menyatakan:

  1. A mature La Niña event is in progress.
  2. Negative SST anomalies persist along much of the equatorial Pacific
  3. Negative sub-surface anomalies remain in the eastern Pacific. Warm sub-surface anomalies in the west have shown little if any eastward propagation.
  4. The February SOI was +21, the highest on record for this month.
  5. Trade Winds have been stronger than average across the central to western equatorial Pacific.
  6. Cloudiness near the date-line has been very much below average in recent months.
  7. All the dynamic computer models predict La Niña conditions until at least the end of the southern autumn

    Blog di WordPress.com.
    Entries dan komentar feeds.