BPPT: RAIN REDUCTION SUKSESKAN SEA GAMES KE-26 DI PALEMBANG

November 20, 2011 pukul 7:45 pm | Ditulis dalam cuaca | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

tulisan ini langsung copas dari laman news nya BPPT disini

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tak hanya diterapkan untuk mendatangkan hujan buatan, tetapi dalam pelaksanaannya teknologi modifikasi cuaca juga melakukan perekayasaan dalam mengurangi intensitas curah hujan (rain reduction).  Upaya pengurangan intensitas curah hujan inilah yang kali ini menjadi titik fokus UPT Hujan Buatan BPPT (UPT HB) guna mensukseskan pelaksanaan kejuaraan Sea Games XXVI tahun 2011 di lingkungan Jakabaring, Palembang (11/11).

 “UPT-HB telah menerapkan dua metode TMC untuk pengurangan curah hujan yaitu Competition Mechhanism untuk menghambat  pertumbuhan awan di atas target area yang digunakan pelaksanaan Sea Games. Dan metode berikutnya adalah menggunakan Jumping Process Mechanism untuk redistribusi hujan dengan mempercepat proses terjadinya awan baik di upwind maupun downwind,” jelas Heru Widodo, Penanggung jawab dan Koordinator pelaksanaan TMC di Palembang.

Selanjutnya, Kepala UPT HB BPPT Samsul Bahri  menyampaikan dalam pelaksanaan rain reduction, UPT-HB menggunakan beberapa bahan. “Diantaranya, 10 peralatan fogging yang akan digunakan untuk penyemaian dari darat atau ground base generator, 3 buah pohon flare untuk penyemaian yang sama yaitu ground base generator. Serta 5 pos meteorology  yang digunakan untuk mengukur parameter cuaca dan angin,” paparnya. Selain itu, didukung pula dengan sarana peralatan seperti pesawat. Pesawat Cessna berbasis Flare yang akan digunakan untuk menerapkan metode competition mechanism dan dua pesawat CN 212-200 yang berbasis powder yang akan digunakan untuk menerapkan metode jumping process mechanism, serta pesawat Piper Cheyene yang berbasis flare yang digunakan untuk penerapkan metode competition mechanism dan jumping process mechanism.

Samsul mengatakan saat puncak pelaksanaan TMC, telah dilakukan masing-masing 12 kali penerbangan atau dengan kata lain 12 kali penyemaian awan (seed). “Dengan penerapan TMC untuk rain reduction secara nyata maka menjadi nuansa baru bagi UPT HB dan sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat awam akan penerapan  teknologi  Hujan Buatan,” ungkapnya. Penerapan TMC untuk rain reduction sudah banyak diterapkan di berbagai negara seperti China dan Rusia untuk membuat cuaca cerah ketika terjadi acara-acara kenegaraan di lapangan terbuka. Sementara itu di China, teknologi ini menjadi fenomenal ketika diterapkan untuk menjamin tidak terjadinya hujan pada saat upacara pembukaan Olympiade di Beijing tahun 2008. (KYRAAS/humas)

ternyata pawang ujan yg ilmiah..ada metodenya juga ya…walopun biayanya pasti jauh lebih mahal….heee

Iklan

hujan buatan di Palembang 13 september 2011

September 14, 2011 pukul 2:19 pm | Ditulis dalam cuaca | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

yap, kemarin seharian bolak-balik liat running text di tv yang meng-infokan adanya kegiatan penyemaian hujan buatan di palembang. di berita diinfokan bahwa kegiatan tersebut dilakukan oleh BNPB. tapi setahu saya di Indonesia instansi yang mumpuni untuk melakukan kegiatan hujan buatan adalah BPPT dengan UPTHB-nya (unit pelaksana teknis hujan buatan).

setelah meninjau website http://www.bppt.go.id ketemulah berita tentang kegiatan tersebut:

    Berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan, Sumetera Selatan merupakan salah satu dari enam provinsi yang memiliki potensi rawan kebakaran seluas 542,30 ha. Berkaitan dengan hal tersebut dan sebagai tindak lanjut dari operasi pemadam kebakaran lahan dan hutan yang telah resmi dilepas pada Kamis, 8 september 2011 lalu, telah dilaksanakan Operasi operasi pemadam kebakaran lahan dan hutan di Bandara Bahruddin II Palembang, pagi tadi (12/9).

“Ada beberapa hal yang terkait kedatangan kami dalam tugas untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Pelambang. Pada operasi kali ini kami dibantu UPT Hujan Buatan (UPT-HB) BPPT untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC),” ungkap Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tri Budiarto saat membuka operasi tersebut.

“Secara umum, TMC dalam pelaksanaannya memang sangat teknis sekali. Dengan menyemai garam di awan, kita bisa menurunkan hujan di suatu daerah. Dengan TMC ini kita dapat mengatasi kebakaran hutan diantaranya dengan upaya menjatuhkan hujan di daerah yang sedang terjadi kebakaran. Cara ini bermanfaat dalam mengurangi hot spot, penipisan asap dan peningkatan jarak pandang,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Heru Widodo yang mewakili Kepala UPT-HB BPPT mengatakan bahwa kehadiran UPT-HB disini karena mendapat tugas dari pemerintah untuk membantu mengurangi kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang mengganggu. “Selain itu juga dalam mendukung persiapan Sea Games 2011 mendatang di Palembang agar dapat terlaksanan tanpa gangguan kabut asap. Untuk pelaksanaan operasi pemadaman ini kami telah  menyiapkan tim yang bertugas di posko dan didukung dengan dua pesawat terbang CASA 212-200,” jelasnya.

Lebih lanjut Heru menambahkan dalam melaksanakan kegiatan ini tim juga mempersiapkan dua website dalam memantau dan menentukan titik panas (hot spot) di area yaitu dari The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan Neonet BPPT. Direncanakan kegiatan TMC di Palembang ini akan berlangsung hingga 30 hari mendatang.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noordin yang juga hadir dalam pembukaan tersebut mengakatan bahwa kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Palembang diakibatkan maraknya pembukaan lahan dan ladang perkebunan yang menyebabkan kabut asap yang mengganggu. “Untuk mencegah dan mengurangi kabut asap ini, yang paling efektif adalah dengan hujan. Namun karena saat ini bukanlah musim hujan, maka sulit memperoleh hujan untuk pemadaman kebakaran ini. Untuk itu kami sangat berterima kasih dengan adanya tipm operasi pemadaman dari UPT-HB ini yang dapat mempercepat datangnya hujan dengan teknologi modifikasi cuaca BPPT. Dengan teknologi ini kita dapat menurunkan hujan yang belum datang untuk datang lebih awal,” jelasnya.

Selain pelaksanaan operasi pemadaman lahan dan hutan 2011 di Posko Sultan Mahmud Baharudin II Palembang, operasi juga direncanakan akan dilakukan di Posko Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan Posko Tjilik Riwut Palangkaraya. (JSYRA/humas).

berita di tv tadi malem juga menginformasikan bahwa kegiatan pada sian hari tersebut berjalan sukses dengan  menghasilkan hujan di beberapa daerah diseputaran kota palembang.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.